Thursday, December 20, 2018

Gara-Gara Selingkuh, Giggs Batal Jadi Asisten Mourinho

MANCHESTER – Hampir tidak ada penggemar Manchester United yang tidak mengenal nama Ryan Giggs. Selain melegenda sebagai pemain, pria berpaspor Wales itu juga sempat mengemban jabatan caretaker dan asisten pelatih.
Seperti diketahui, Ryan Giggs memang baru pensiun sebagai pemain pada akhir musim 2013-2014. Namun, sepanjang musim itu, pria yang akrab disapa Giggsy tersebut berstatus sebagai pemain-pelatih di bawah asuhan David Moyes sebagai manajer Man United.

Pria kelahiran Cardiff itu kemudian naik jabatan sebagai caretaker saat David Moyes dipecat pada Mei 2014. Giggs kemudian diangkat sebagai asisten pelatih/manajer di bawah kendali Louis van Gaal. Peran tersebut dijalaninya hingga akhir musim 2015-2016.
Pada musim panas 2015, Man United mendatangkan Jose Mourinho sebagai manajer. Banyak yang mengira Ryan Giggs akan dijadikan salah satu backroom staff Si Spesial, setidaknya meneruskan peran asisten pelatih sejak era David Moyes.
Faktanya tidak demikian. Melansir dari Sports Mole, Kamis (20/12/2018), Mourinho ternyata menolak Ryan Giggs masuk dalam jajaran staf pelatihnya. Padahal, Wakil Direktur Man United, Ed Woodward, begitu menginginkan Giggs untuk membantu Mourinho.

Pria berpaspor Portugal itu punya alasan kuat, yakni Ryan Giggs tidak bisa dipercaya. Alasan itu dilontarkan Mourinho mengingat Giggs pernah terjerat kasus perselingkuhan dengan adik iparnya pada 2011.

Maman Merasa Difitnah Usai Dituding Terlibat Pengaturan Skor

JAKARTA Kembali mencuatnya berita tentang dugaan pengaturan skor di Final Piala AFF 2010, pada akhirnya menyeret nama bek Persija Jakarta, Maman Abdurrahman, sebagai salah satu terduga pelaku. Tidak terima dengan tudingan tersebut, Maman pun menyampaikan bahwa tuduhan itu adalah fitnah.
Pada final Piala AFF 2010 leg pertama yang dilakoni di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Timnas Indonesia kalah telak dengan skor 0-3 dari Malaysia. Dalam pertandingan tersebut, Maman tampil sebagai salah satu penggawa Timnas Indonesia yang menjaga sektor pertahanan. Maman dituding terlibat pengaturan skor lantaran pada laga tersebut dinilai tak bermain serius untuk membela Indonesia.

Justru sebaliknya, Maman malah dituduh sengaja melakukan kesalahan agar memudahkan pemain Malaysia dalam mencetak gol. Tuduhan terhadap Maman itu datang dari mantan Manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusala, yang mengungkapkan kalau dirinya mendapatkan pengakuan dari oknum pihak Malaysia yang dikenalnya bahwa mereka sudah mengatur pertandingan di final Piala AFF 2010.
"Saya ingin klarifikasi, sehubungan dengan opini yang berkembang setelah tayangan Mata Najwa 19 Desember 2018, yang seolah-olah saya terlibat pengaturan skor dalam pertandingan final Piala AFF 2010. Dengan hal ini saya menyatakan, dengan tegas hal tersebut tidak benar,” ujar Maman. Kamis (20/12/2018).
“Sebagai tindak lanjutnya, saya siap bekerja sama dengan pihak kepolisian melalui satgas yang akan dibentuk Kapolri untuk menuntaskan kasus ini. Pertama ada muncul berita ini, saya kaget dan saya tegaskan ini fitnah! Demi Allah saya tidak melakukannya (terlibat pengaturan skor)," Ucapnya.


Robbie Fowler: Luis Suarez Tidak Pantas Dikatakan Sebagai Legenda Liverpool

Mantan pemain Liverpool, Robbie Fowler menentang anggapan bahwa Luis Suarez adalah salah satu legenda The Reds. Fowler menilai apa yang telah dilakukan Suarez tidak mencerminkan sikap seorang legenda untuk Liverpool.
Suarez pertama kali bergabung dengan Liverpool pada tahun 2011 dari Ajax Amsterdam. Dalam kurun watu yang relatif singkat, ia menjadi pujaan baru The Kopites berkat ketajamannya di lini serang Liverpool.
Namun pada tahun 2014 silam, Suarez mengambil keputusan yang kontroversional. Ia memutuskan untuk meninggalkan Liverpool karena menerima pinangan dari Barcelona.
Fowler menilai dengan peringai Suarez tersebut membuatnya tidak layak disebut sebagai legenda Liverpool. "Orang-orang sering mengatakan bahwa Luis Suarez adalah salah satu legenda klub," Ungkap Fowler.
Fowler sendiri mengakui bahwa Suarez memiliki kemampuan di atas rata-rata para pemain yang membela Liverpool. Namun ia menilai Suarez belum layak disebut sebagai legenda.
"Tidak diragukan lagi bahwa dia adalah salah satu pemain top yang pernah membela klub ini. Namun apakah dia salah satu yang terbaik sepanjang masa? Saya rasa tidak."
"Ia tidak layak disebut karena ia tidak berada lama di klub ini. Dia hanya bermain selama 3 tahun lebih sedikit untuk membela Liverpool."
Fowler juga menilai bahwa Suarez tidak layak disebut legenda setelah ia meninggalkan Liverpool dengan cara yang kurang etis.
Fowler menilai sang pemain dengan sengaja mengatur kepindahannya ke Barcelona sehingga ia dinilai tidak punya sikap sebagai seorang legenda bagi Liverpool.
"Saya masih ingat kepindahannya dari Liverpool dan kepindahannya itu menyisakan rasa pahit di mulut, karena cara pindahnya yang tidak baik. Selain itu ia dengan jelas mencoba memaksa pindah dari Liverpool tidak hanya satu kali tetapi dua kali. Saya rasa dia tidak layak disebut sebagai legenda." Ujarnya.
Suarez sendiri tetap moncer selama berada di Barcelona di mana ia mengemas 163 gol dari total 218 penampilan bagi juara bertahan La Liga tersebut.

Harry Redknapp Larang Mauricio Pochettino Gabung MU

Mantan manajer Tottenham Hotspur, Redknapp mewanti-wanti Pochettino untuk tidak menerima tawaran MU di musim panas nanti. Redknapp menilai Tottenham adalah klub yang sempurna bagi Pochettino sehingga sang pelatih tidak perlu membelot ke Manchester United.
Seperti yang sudah diketahui, Manchester United tengah berburu manajer baru. Mereka mencari pengganti  Mourinho yang baru saja mereka pecat di awal pekan kemarin.
Salah satu nama yang dikabarkan akan menjadi kandidat pelatih baru MU adalah Pochettino. Pelatih asal Argentina itu dinilai sudah melakukan pekerjaan yang fantastis di Tottenham sehingga ia dinilai layak melatih setan merah.
Namun Redknapp berharap Pochettino tidak tergoda untuk membelot ke Old Trafford. "Dia sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa di Tottenham," ujar Redknapp.
Redknapp menilai Pochettino tidak perlu pindah ke Manchester United karena ia menilai sang pelatih sudah menyulap Tottenham menjadi tim yang lebih bagus dari MU.
"Saya sangat menyukainya. Saya sangat menyukai karakter dan kepribadiannya dan ia selalu mampu mengeluarkan kemampuan terbaik pemainnya."
"Untuk apa dia meninggalkan Spurs untuk pergi ke Manchester United saat ini? Saat ini ia memiliki tim yang lebih bagus di Tottenham."
Redknapp menilai Daniel Levy harus melakukan segala cara untuk mencegah Pochettino membelot ke Old Trafford.
"Saya pikir Daniel Levy sudah mengurusnya dengan baik. Dia mendapatkan gaji yang besar di Tottenham dan ia melihat timnya saat ini sudah mampu untuk memenangkan trofi juara."
"Man United adalah klub yang luar biasa, namun ia sudah membangun tim yang begitu bagus di Tottenham. Ia harus melakukan banyak pekerjaan di Manchester United untuk mengubah mereka menjadi tim yang bagus. Ia harus mencari pemain-pemain yang tepat dan situasinya akan menjadi lebih sulit." tandasnya.
Pochettino masih terikat kontrak di Spurs hingga tahun 2023 di mana Setan Merah harus menganggarkan sekitar 43 juta pounds untuk memboyongnya ke Old Trafford.

Liverpool Kebut Transfer Adrien Rabiot

Klub Liga Inggris, Liverpool sudah ambil ancang-ancang untuk memperkuat lini tengah mereka di bulan Januari nanti. The Reds dikabarkan akan mengebut transfer Adrien Rabiot dari PSG di bulan Januari nanti.
Pada musim panas kemarin, Rabiot menjadi properti panas di bursa transfer. Klub-klub seperti Liverpool dan Barcelona dikabarkan tertarik untuk merekrut sang gelandang muda yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Rabiot sendiri memutuskan untuk bertahan di PSG pada musim panas kemarin. Namun baru-baru ini pihak PSG mengonfirmasi bahwa sang gelandang tidak akan memperpanjang kontrak di Parc Des Princes.
Kabar tersebut kabarnya menggugah semangat Liverpool. Dilansir L'Equipe, The Reds akan kembali menawar sang pemain dalam waktu dekat ini.
Liverpool sendiri sejatinya sudahmemiliki banyak stok gelandang tengah di tim mereka. Namun Jurgen Klopp dikabarkan masih tertarik untuk memboyong Rabiot ke Anfield.
Hal ini dikarenakan dua gelandang barunya, Naby Keita dan Fabinho tampil kurang stabil sejauh ini. Selain itu performa Jordan Henderson juga cenderung menurun dalam beberapa bulan terakhir.
Alhasil Klopp menilai kehadiran Rabiot akan meningkatkan kualitas dan juga kedalaman lini tengah Liverpool, terutama di paruh kedua nanti jadwal bermain mereka akan jauh lebih intens.
Namun Liverpool sendiri berada dalam situasi yang kurang menguntungkan untuk merekrut Rabiot. Pasalnya sang gelandang kini dikabarkan mulai merapat ke Barcelona.
Sama seperti Liverpool, Barcelona juga sudah memepet sang gelandang sejak musim panas kemarin. Mereka dikabarkan konsisten membangun komunikasi dengan Rabiot sehingga sang pemain semakin dekat untuk pindah ke Camp Nou.
Namun Liverpool dipercaya bisa membajak transfer Rabiot jika mereka berani mengajukan tawaran yang besar sekaligus memberikan jaminan bermain kepada gelandang 23 tahun tersebut.
Baik Liverpool dan Barcelona bisa mendaratkan Rabiot dengan gratisan di musim panas nanti karena kontraknya akan resmi berakhir di pertengahan tahun 2019 nanti.

Bale Samai Rekor Ronaldo - Messi di Piala Dunia Klub

Abu Dhabi  – Tiga gol Gareth Bale pada semifinal Piala Dunia Klub 2018 punya banyak makna. Selain mengantarkan Real Madrid melaju ke babak final, penyerang berpaspor Wales itu juga menyamai rekor dua megabintang sepakbola, yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Bale muncul sebagai pahlawan saat Real Madrid menumpas juara Liga Champions Asia 2018, Kashima Antlers, dengan skor 3-1 pada Kamis (20/12/2018) dini hari WIB. Gol-gol pria berusia 29 tahun itu lantas membawanya berada pada kedudukan yang sama dengan Ronaldo dan Messi.

“Gareth Bale adalah pemain ketiga di sepanjang sejarah Piala Dunia Klub yang mencetak gol di tiga edisi berbeda, setelah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo,”, Kamis (20/12/2018).
Sebagai informasi, Ronaldo membuat rekor tersebut pada tiga kesempatan, yakni 2008 bersama Manchester United dan dua kali bersama Real Madrid yaitu pada 2016 serta 2017. Sedangkan Lionel Messi melakukannya hanya dengan satu klub, yakni Barcelona pada 2009, 2011, dan 2015.

Selain rekor tersebut, mantan penggawa Tottenham Hotspur itu juga membuat catatan lain. Bale menjadi pemain ketiga yang mampu mencetak hattrick pada salah satu pertandingan di Piala Dunia Klub.
“Gareth Bale adalah pemain ketiga di sepanjang sejarah Piala Dunia Klub yang mencetak hattrick, setelah Cristiano Ronaldo dan Luis Suarez,”.