Thursday, December 20, 2018

Gara-Gara Selingkuh, Giggs Batal Jadi Asisten Mourinho

MANCHESTER – Hampir tidak ada penggemar Manchester United yang tidak mengenal nama Ryan Giggs. Selain melegenda sebagai pemain, pria berpaspor Wales itu juga sempat mengemban jabatan caretaker dan asisten pelatih.
Seperti diketahui, Ryan Giggs memang baru pensiun sebagai pemain pada akhir musim 2013-2014. Namun, sepanjang musim itu, pria yang akrab disapa Giggsy tersebut berstatus sebagai pemain-pelatih di bawah asuhan David Moyes sebagai manajer Man United.

Pria kelahiran Cardiff itu kemudian naik jabatan sebagai caretaker saat David Moyes dipecat pada Mei 2014. Giggs kemudian diangkat sebagai asisten pelatih/manajer di bawah kendali Louis van Gaal. Peran tersebut dijalaninya hingga akhir musim 2015-2016.
Pada musim panas 2015, Man United mendatangkan Jose Mourinho sebagai manajer. Banyak yang mengira Ryan Giggs akan dijadikan salah satu backroom staff Si Spesial, setidaknya meneruskan peran asisten pelatih sejak era David Moyes.
Faktanya tidak demikian. Melansir dari Sports Mole, Kamis (20/12/2018), Mourinho ternyata menolak Ryan Giggs masuk dalam jajaran staf pelatihnya. Padahal, Wakil Direktur Man United, Ed Woodward, begitu menginginkan Giggs untuk membantu Mourinho.

Pria berpaspor Portugal itu punya alasan kuat, yakni Ryan Giggs tidak bisa dipercaya. Alasan itu dilontarkan Mourinho mengingat Giggs pernah terjerat kasus perselingkuhan dengan adik iparnya pada 2011.

Maman Merasa Difitnah Usai Dituding Terlibat Pengaturan Skor

JAKARTA Kembali mencuatnya berita tentang dugaan pengaturan skor di Final Piala AFF 2010, pada akhirnya menyeret nama bek Persija Jakarta, Maman Abdurrahman, sebagai salah satu terduga pelaku. Tidak terima dengan tudingan tersebut, Maman pun menyampaikan bahwa tuduhan itu adalah fitnah.
Pada final Piala AFF 2010 leg pertama yang dilakoni di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Timnas Indonesia kalah telak dengan skor 0-3 dari Malaysia. Dalam pertandingan tersebut, Maman tampil sebagai salah satu penggawa Timnas Indonesia yang menjaga sektor pertahanan. Maman dituding terlibat pengaturan skor lantaran pada laga tersebut dinilai tak bermain serius untuk membela Indonesia.

Justru sebaliknya, Maman malah dituduh sengaja melakukan kesalahan agar memudahkan pemain Malaysia dalam mencetak gol. Tuduhan terhadap Maman itu datang dari mantan Manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusala, yang mengungkapkan kalau dirinya mendapatkan pengakuan dari oknum pihak Malaysia yang dikenalnya bahwa mereka sudah mengatur pertandingan di final Piala AFF 2010.
"Saya ingin klarifikasi, sehubungan dengan opini yang berkembang setelah tayangan Mata Najwa 19 Desember 2018, yang seolah-olah saya terlibat pengaturan skor dalam pertandingan final Piala AFF 2010. Dengan hal ini saya menyatakan, dengan tegas hal tersebut tidak benar,” ujar Maman. Kamis (20/12/2018).
“Sebagai tindak lanjutnya, saya siap bekerja sama dengan pihak kepolisian melalui satgas yang akan dibentuk Kapolri untuk menuntaskan kasus ini. Pertama ada muncul berita ini, saya kaget dan saya tegaskan ini fitnah! Demi Allah saya tidak melakukannya (terlibat pengaturan skor)," Ucapnya.


Robbie Fowler: Luis Suarez Tidak Pantas Dikatakan Sebagai Legenda Liverpool

Mantan pemain Liverpool, Robbie Fowler menentang anggapan bahwa Luis Suarez adalah salah satu legenda The Reds. Fowler menilai apa yang telah dilakukan Suarez tidak mencerminkan sikap seorang legenda untuk Liverpool.
Suarez pertama kali bergabung dengan Liverpool pada tahun 2011 dari Ajax Amsterdam. Dalam kurun watu yang relatif singkat, ia menjadi pujaan baru The Kopites berkat ketajamannya di lini serang Liverpool.
Namun pada tahun 2014 silam, Suarez mengambil keputusan yang kontroversional. Ia memutuskan untuk meninggalkan Liverpool karena menerima pinangan dari Barcelona.
Fowler menilai dengan peringai Suarez tersebut membuatnya tidak layak disebut sebagai legenda Liverpool. "Orang-orang sering mengatakan bahwa Luis Suarez adalah salah satu legenda klub," Ungkap Fowler.
Fowler sendiri mengakui bahwa Suarez memiliki kemampuan di atas rata-rata para pemain yang membela Liverpool. Namun ia menilai Suarez belum layak disebut sebagai legenda.
"Tidak diragukan lagi bahwa dia adalah salah satu pemain top yang pernah membela klub ini. Namun apakah dia salah satu yang terbaik sepanjang masa? Saya rasa tidak."
"Ia tidak layak disebut karena ia tidak berada lama di klub ini. Dia hanya bermain selama 3 tahun lebih sedikit untuk membela Liverpool."
Fowler juga menilai bahwa Suarez tidak layak disebut legenda setelah ia meninggalkan Liverpool dengan cara yang kurang etis.
Fowler menilai sang pemain dengan sengaja mengatur kepindahannya ke Barcelona sehingga ia dinilai tidak punya sikap sebagai seorang legenda bagi Liverpool.
"Saya masih ingat kepindahannya dari Liverpool dan kepindahannya itu menyisakan rasa pahit di mulut, karena cara pindahnya yang tidak baik. Selain itu ia dengan jelas mencoba memaksa pindah dari Liverpool tidak hanya satu kali tetapi dua kali. Saya rasa dia tidak layak disebut sebagai legenda." Ujarnya.
Suarez sendiri tetap moncer selama berada di Barcelona di mana ia mengemas 163 gol dari total 218 penampilan bagi juara bertahan La Liga tersebut.

Harry Redknapp Larang Mauricio Pochettino Gabung MU

Mantan manajer Tottenham Hotspur, Redknapp mewanti-wanti Pochettino untuk tidak menerima tawaran MU di musim panas nanti. Redknapp menilai Tottenham adalah klub yang sempurna bagi Pochettino sehingga sang pelatih tidak perlu membelot ke Manchester United.
Seperti yang sudah diketahui, Manchester United tengah berburu manajer baru. Mereka mencari pengganti  Mourinho yang baru saja mereka pecat di awal pekan kemarin.
Salah satu nama yang dikabarkan akan menjadi kandidat pelatih baru MU adalah Pochettino. Pelatih asal Argentina itu dinilai sudah melakukan pekerjaan yang fantastis di Tottenham sehingga ia dinilai layak melatih setan merah.
Namun Redknapp berharap Pochettino tidak tergoda untuk membelot ke Old Trafford. "Dia sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa di Tottenham," ujar Redknapp.
Redknapp menilai Pochettino tidak perlu pindah ke Manchester United karena ia menilai sang pelatih sudah menyulap Tottenham menjadi tim yang lebih bagus dari MU.
"Saya sangat menyukainya. Saya sangat menyukai karakter dan kepribadiannya dan ia selalu mampu mengeluarkan kemampuan terbaik pemainnya."
"Untuk apa dia meninggalkan Spurs untuk pergi ke Manchester United saat ini? Saat ini ia memiliki tim yang lebih bagus di Tottenham."
Redknapp menilai Daniel Levy harus melakukan segala cara untuk mencegah Pochettino membelot ke Old Trafford.
"Saya pikir Daniel Levy sudah mengurusnya dengan baik. Dia mendapatkan gaji yang besar di Tottenham dan ia melihat timnya saat ini sudah mampu untuk memenangkan trofi juara."
"Man United adalah klub yang luar biasa, namun ia sudah membangun tim yang begitu bagus di Tottenham. Ia harus melakukan banyak pekerjaan di Manchester United untuk mengubah mereka menjadi tim yang bagus. Ia harus mencari pemain-pemain yang tepat dan situasinya akan menjadi lebih sulit." tandasnya.
Pochettino masih terikat kontrak di Spurs hingga tahun 2023 di mana Setan Merah harus menganggarkan sekitar 43 juta pounds untuk memboyongnya ke Old Trafford.

Liverpool Kebut Transfer Adrien Rabiot

Klub Liga Inggris, Liverpool sudah ambil ancang-ancang untuk memperkuat lini tengah mereka di bulan Januari nanti. The Reds dikabarkan akan mengebut transfer Adrien Rabiot dari PSG di bulan Januari nanti.
Pada musim panas kemarin, Rabiot menjadi properti panas di bursa transfer. Klub-klub seperti Liverpool dan Barcelona dikabarkan tertarik untuk merekrut sang gelandang muda yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Rabiot sendiri memutuskan untuk bertahan di PSG pada musim panas kemarin. Namun baru-baru ini pihak PSG mengonfirmasi bahwa sang gelandang tidak akan memperpanjang kontrak di Parc Des Princes.
Kabar tersebut kabarnya menggugah semangat Liverpool. Dilansir L'Equipe, The Reds akan kembali menawar sang pemain dalam waktu dekat ini.
Liverpool sendiri sejatinya sudahmemiliki banyak stok gelandang tengah di tim mereka. Namun Jurgen Klopp dikabarkan masih tertarik untuk memboyong Rabiot ke Anfield.
Hal ini dikarenakan dua gelandang barunya, Naby Keita dan Fabinho tampil kurang stabil sejauh ini. Selain itu performa Jordan Henderson juga cenderung menurun dalam beberapa bulan terakhir.
Alhasil Klopp menilai kehadiran Rabiot akan meningkatkan kualitas dan juga kedalaman lini tengah Liverpool, terutama di paruh kedua nanti jadwal bermain mereka akan jauh lebih intens.
Namun Liverpool sendiri berada dalam situasi yang kurang menguntungkan untuk merekrut Rabiot. Pasalnya sang gelandang kini dikabarkan mulai merapat ke Barcelona.
Sama seperti Liverpool, Barcelona juga sudah memepet sang gelandang sejak musim panas kemarin. Mereka dikabarkan konsisten membangun komunikasi dengan Rabiot sehingga sang pemain semakin dekat untuk pindah ke Camp Nou.
Namun Liverpool dipercaya bisa membajak transfer Rabiot jika mereka berani mengajukan tawaran yang besar sekaligus memberikan jaminan bermain kepada gelandang 23 tahun tersebut.
Baik Liverpool dan Barcelona bisa mendaratkan Rabiot dengan gratisan di musim panas nanti karena kontraknya akan resmi berakhir di pertengahan tahun 2019 nanti.

Bale Samai Rekor Ronaldo - Messi di Piala Dunia Klub

Abu Dhabi  – Tiga gol Gareth Bale pada semifinal Piala Dunia Klub 2018 punya banyak makna. Selain mengantarkan Real Madrid melaju ke babak final, penyerang berpaspor Wales itu juga menyamai rekor dua megabintang sepakbola, yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Bale muncul sebagai pahlawan saat Real Madrid menumpas juara Liga Champions Asia 2018, Kashima Antlers, dengan skor 3-1 pada Kamis (20/12/2018) dini hari WIB. Gol-gol pria berusia 29 tahun itu lantas membawanya berada pada kedudukan yang sama dengan Ronaldo dan Messi.

“Gareth Bale adalah pemain ketiga di sepanjang sejarah Piala Dunia Klub yang mencetak gol di tiga edisi berbeda, setelah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo,”, Kamis (20/12/2018).
Sebagai informasi, Ronaldo membuat rekor tersebut pada tiga kesempatan, yakni 2008 bersama Manchester United dan dua kali bersama Real Madrid yaitu pada 2016 serta 2017. Sedangkan Lionel Messi melakukannya hanya dengan satu klub, yakni Barcelona pada 2009, 2011, dan 2015.

Selain rekor tersebut, mantan penggawa Tottenham Hotspur itu juga membuat catatan lain. Bale menjadi pemain ketiga yang mampu mencetak hattrick pada salah satu pertandingan di Piala Dunia Klub.
“Gareth Bale adalah pemain ketiga di sepanjang sejarah Piala Dunia Klub yang mencetak hattrick, setelah Cristiano Ronaldo dan Luis Suarez,”.

Nasib Gattuso Ditentukan Akhir Desember 2018

MILAN – Kesabaran manajemen Milan terhadap Gennaro Gattuso disebut mulai menipis. Kegagalan Il Diavolo Rosso lolos dari babak penyisihan grup Liga Eropa 2018-2019 membuat masa depan pria berusia 40 tahun itu bakal dipertaruhkan dalam tiga laga hingga akhir Desember 2018. 
Prestasi AC Milan sepanjang musim 2018-2019 yang merupakan musim penuh pertama Gattuso sebenarnya tidak terlalu buruk. Walau sempat terseok, Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan masih bisa menghuni empat besar di klasemen Liga Italia 2018-2019.

Meski begitu, AC Milan meraih hasil negatif dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi. Milan hanya bisa bermain imbang 0-0 kontra Torino dan Bologna serta tumbang 1-3 di tangan Olympiakos di Liga Eropa. Posisi Gattuso pun menjadi taruhan.
Melansir dari Football Italia, Kamis (20/12/2018), manajemen AC Milan memberi Gennaro Gattuso tenggat waktu hingga akhir Desember untuk membuktikan kemampuannya. Itu berarti, AC Milan wajib menang saat menghadapi Fiorentina, Frosinone, dan SPAL.

Di atas kertas ketiga pertandingan itu bisa dimenangkan oleh AC Milan. Tim Merah Hitam punya rekor bagus melawan Fiorentina yang merupakan saingan menuju kompetisi Eropa via jalur liga, sedangkan Frosinone dan SPAL adalah calon kuat penghuni zona degradasi.
Jika gagal, maka manajemen AC Milan sudah menyiapkan sejumlah calon pengganti. Kandidat terkuat adalah Roberto Donadoni yang juga mantan pemain AC Milan serta mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

The Special One Akan Gantikan Solari Musim Panas 2019

MADRID – Presiden Madrid  Florentino Perez memiliki hasrat untuk kembali memekerjakan Jose Mourinho sebagai pelatih mereka. Seperti diberitakan El Pais, Kamis (20/12/2018), Perez ingin membawa Mourinho kembali ke Madrid pada musim panas 2019.
Saat ini Mourinho sedang menganggur alias tidak memiliki klub. Pelatih asal Portugal itu baru saja dipecat Manchester United dan berhak menerima uang kompensasi sebesar 24 juta pounds (Rp437 miliar).

Meski baru dipecat, bukan berarti Mourinho tidak memiliki klub peminat. Eks presiden Inter Milan, Massimo Moratti, memiliki keinginan untuk melihat Mourinho kembali membesut Nerazzurri.

Begitu juga dengan Perez yang ingin Madrid kembali ditangani pelatih berprofil tinggi. Sosok tersebut dapat ditemukan dalam tubuh Mourinho. Bahkan, Perez siap memberikan uang transfer berlimpah pada musim panas 2019 kepada Mourinho. Hal itu agar Mourinho dapat mereparasi skuad Madrid yang membutuhkan penyegaran.
Sekadar informasi, setelah mendatangkan James Rodriguez pada musim panas 2014, Madrid terhitung berhemat tiap kali jendela transfer dibuka. Karena itu, Perez ingin memercayakan timnya kepada pelatih top sekelas Mourinho, sosok yang memberikan mereka trofi Liga Spanyol 2011-2012.

Dengan kehadiran Mourinho, otomatis pelatih Madrid saat ini Santiago Solari yang menjadi korban. Padahal , di bawah asuhan Solari hasil yang didapat Madrid tak dapat dikatakan buruk. Dari 12 pertandingan, Los Blancos –julukan Madrid– mengoleksi 10 menang dan dua kalah.

Legenda United Dwight Yorke Yakin MU Bisa Juara Liga Inggris Jika Dilatih Guardiola

Manchester  Keterpurukan yang didapat Manchester United sekarang ini dinilai banyak pihak disebabkan oleh Mourinho. Manajer asal Portugal itu dianggap tak bisa meracik tim dengan baik. Tak ayal, Mourinho pun didepak dari jabatannya sebagai Manajer Man United. Bahkan, legenda Man United, Dwight Yorke, meyakini kalau Setan Merah sebenarnya bisa juara Liga Inggris jika dilatih Josep Guardiola.
Yorke menilai kalau kualitas skuad yang dimiliki oleh Man United sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Man City, utamanya di lini penyerangan. Hanya saja, yang membuat Man City bisa menjadi juara Liga Inggris musim lalu dan Man United tidak adalah karena pilihan taktik dari kedua manajer yang berbeda.

Guardiola selaku manajer Man City menerapkan permainan menyerang dan mengincar banyak gol. Pilihan strategi Guardiola tersebut dipuji oleh Yorke karena dianggap mampu memanfaatkan para penyerangnya dengan baik. Sedangkan Mourinho, justru membuat Man United tampil bertahan, padahal memiliki penyerang yang bagus.
“Lihatlah kubu Manchester Biru. Jangan bilang pemain-pemain mereka jauh lebih unggul daripada pemain yang kami miliki. Anda lihat Anthony Martial, Marcus Rashford, Jesse Lingard, Alexis Sanchez, Romelu Lukaku. Kami memiliki lini serang yang sangat, sangat kuat,” ucap Yorke..

"Perbedaannya adalah mereka memiliki manajer yang berpikir positif dan ingin bermain menyerang. Di kubu Manchester Merah, kami memiliki manajer yang ingin menang 1-0 dan bermain defensif. Itu perbedaannya,” lanjut Yorke.

Melatih MU Solskjaer Bakal Menyerang.

Taktik parkir bus yang terlanjur lekat dengan MU diyakini akan segera berakhir. Sepakbola atraktif ala Ole Gunnar Solskjaer bakal jadi gantinya.

Sejak diasuh oleh Mourinho, Manchester United sangat identik dengan taktik parkir bus. Stategi menumpuk pemain lini pertahanan ini membuat Setan Merah kerap kali diolok-olok karena tampil membosankan.

Namun kini, angin perubahan berembus di Old Trafford. Mourinho sudah dipecat dan posisinya kini digantikan oleh Solksjaer. Pria asal Norwegia ini diyakini bakal membawa kembali roh sepakbola menyerang nan menghibur ke tubuh Setan Merah.

The Baby Faced-Assasin akan membuat MU bermain layaknya di era Ferguson.
Solskjaer adalah mantan anak didik pelatih legendaris asal Skotlandia ini saat masih berseragam Setan Merah.

"Bagi kami, dia adalah pelatih tipe menyerang yang memainkan sepakbola menghibur dan melihat menang 4-2 sebagai lebih baik dari 1-0," ujar Oystein Neerland, Direkur Molde, tim yang musim ini sempat dilatih Solskjaer.

"Dia adalah pria yang sangat positif. Dia mudah disukai dan memiliki visi yang jelas tentang caranya bermain sepak bola, tetapi ia juga bekerja dengan baik dengan para pemain secara individu."

"Tidak ada keraguan dalam pikiran saya, dia akan melakukannya dengan baik di Manchester United. Dia adalah legenda klub di sana dan itu berarti dia akan mendapat rasa hormat dari pemain dan penggemar."

"Sangat penting dia tahu sejarah klub dan tahu masa lalu Manchester United dan apa yang membuat mereka sukses," tuturnya menambahkan.

Pernyataan Neerland di atas mampu dibuktikan Solskjaer dengan hasil di atas lapangan bersama Molde musim ini. Tim yang bermarkas di Stadion Aker tersebut menjadi tim terproduktif di Liga Norwegia saat ini.

Molde mampu mencetak gol 63 gol dari 30 laga musim ini. Produktivitas mereka tak mampu diimbangi oleh tim lain. Rosenberg yang menjadi penantang terdekat Molde soal kesuburan di depan gawang, bahkan hanya mampu mencetak 51 gol.

Valkyrie 48, Tim e-Sport Bikinan JKT48 Main Game Ini Yang Pasti Bikin Kamu Tercengang

JKT48 membentuk tim e-Sport dengan nama Valkyrie 48
JKT48 mengejutkan para pengemarnya dengan membentuk tim e-sport. Tim e-sport JKT 48 diisi oleh enam orang anggota mereka.

Pekembangan pesat e-sport dalam beberapa tahun terakhir sampai juga ke grup JKT48. Mereka baru saja membentuk tim e-sport untuk ikut meramaikan kompetisi video games.

Melalui situs resminya, JKT 48 mengumumkan telah membentuk tim e-sport bernama Valkrye 48. Tim ini di isi oleh enam anggota dari idol grup yang merupakan saudara dari AKB 48 tersebut.

"Kami JKT48 yang memiliki tujuan untuk menjadi 'National Idol' dengan segala keunikannya telah memilih 6 orang member yang memiliki banyak pengetahuan dan keahlian tentang E-Sports dari total 80 Member yang ada untuk menjadi NEW e-sport team yang memiliki kemampuan dalam game dan entertainment, Bertujuan menjadi simbol E-Sports di INDONESIA, dan memperluasnya sampai ke seluruh Asia," demikian pernyataan di situs resmi JKT 48.

Enam anggota JKT48 yang masuk kedalam tim Valkyrie48 adalah Jinan Safa Safira (Jinan), Tan Zhi Hui Celine (Celine), Aninditha Rahma Cahyadi (Anin), Syahfira Angela Nurhaliza (Angel), Sinka Juliani (Sinka), M.G.N Desy P.G (Desy).

Member Valkyrie48 ini memiliki spesialisai masing-masing. Jinan dan Deasy punya kemampuan khusus di gim Arena Of Valor (AOV) yang merupakan gim dengan tipe Multiplayer Online Battle Arena (MOBA).

Sementara Celine, Anin, Angel dan Sinka menjadi andalan di gim Playerunknown Battlegrounds (PUBG). Gim yang terkenal dengan istilah Chicken Winner Winner Chicken Dinner ini tengah digandrungi banyak orang di Indonesia. 

Empat Kandidat Pengganti Mourinho di Manchester United

Klub raksasa Premier League, Manchester United kini mencari manajer baru setelah mereka memecat Jose Mourinho.
Mourinho dipecat oleh manajemen klub pada Selasa (18/12) pagi waktu setempat. Pasalnya, manajer asal Portugal ini gagal meningkatkan performa MU di musim ketiganya di Old Trafford.
United hanya bisa meraih 26 poin dari 17 pertandingan musim 2018-19 ini. Raihan itu merupakan yang terburuk di liga sejak musim 1990-91 silam.
Sekarang ini mereka ada di posisi keenam klasemen. Mereka tertinggal 19 poin dari Liverpool yang ada di posisi pertama dan 11 poin dari Chelsea yang ada di peringkat keempat.

Berikut nama empat sosok yang bisa menjadi manajer permanen keempat United sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada tahun 2013 lalu.

1. Laurent Blanc


Blanc bukanlah sosok yang asing dengan United. Sebab ia menghabiskan dua tahun terakhirnya sebagai pemain di Old Trafford. Ia kemudian bisa mengakhiri karirnya dengan meraih trofi Premier League di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.
Setelah gantung sepatu, Blanc kemudian beralih profesi menjadi pelatih. Karirnya sejauh ini sangat sukses. Ia membawa Bordeaux nangkring di posisi kedua di musim pertamanya sebelum akhirnya ia sukses merebut gelar Ligue 1 pada tahun berikutnya. Sembari melakukannya, ia juga mencatat rekor dengan meraih 11 kemenangan beruntun.
Blanc juga pernah menjadi pelatih timnas Prancis pada 2010. Ia membawa Les Blues melaju ke perempat final Euro 2012 sebelum akhirnya ditumbangkan oleh di Spanyol. Ia kemudian mengundurkan diri setelah turnamen berakhir.

Setelah itu ia menangani PSG. Di sana ia memenangkan 11 trofi dalam tiga musim sebelum ia angkat kaki pada tahun 2016. Saat ini ia tengah menganggur.


2. Mauricio Pochettino


Manajer Tottenham ini sudah cukup sering dikait-kaitkan dengan United. Gosip itu beredar setelah ia kedapatan makan siang bersama dengan Sir Alex Ferguson di restoran Mayfair pada tahun 2016.
Selama menangani Spurs sejak tahun 2014 lalu, Pochettino memang belum pernah meraih gelar juara. Akan tetapi ia kerap dipuji berkat racikan taktiknya.

Ia suka anak-anak asuhnya memainkan gaya yang ofensif dan atraktif. Hal ini sesuai dengan tradisi MU sejak ditangani oleh Ferguson. Belum lagi, ia juga punya catatan yang bagus dalam mengorbitkan para pemain muda.


3. Zinedine Zidane


Legenda Real Madrid ini sudah sering dikait-kaitkan dengan Setan Merah, setelah hengkang dari Santiago Bernabeu pada Mei 2018 lalu. Ia dianggap sangat pantas menangani MU berkat prestasinya bersama Los Blancos.
Ia sebenarnya tak punya banyak pengalaman melatih. Sebelum melatih skuat senior Madrid, ia hanya melatih tim junior Los Blancos.
Namun begitu menangani Sergio Ramos cs, ia langsung membuktikan kualitasnya. Hanya dalam waktu dua setengah tahun, ia mampu membawa Los Blancos meraih sembilan gelar juara. Tiga di antaranya adalah gelar Liga Champions, yang diraih secara beruntun.
Kesuksesan Zidane disebut tak lepas dari ketenangannya, kemahirannya memotivasi para pemain dan juga menekan ego para pemain. Selain itu keberhasilannya tentu juga tak lepas dari kemampuannya meracik taktik.

Sekarang ini, Zidane tengah menganggur. Jadi United bisa merekrutnya kapan saja.

4. Antonio Conte


Conte pantas dimasukkan sebagai kandidat manajer United berikutnya. Sebab ia sudah mengenal kompetisi Premier League dengan baik.
Hal itu tak lepas dari pengalamannya bersama dengan Chelsea. Selama dua musim di sana, ia berhasil membawa The Blues meraih satu gelar Premier League dan FA Cup.
Yang lebih penting, ia bisa langsung meraih kesuksesan instan di musim perdananya di Inggris. Semua itu tak lepas dari gaya manajerialnya yang disiplin plus pengetahuan taktik yang mumpuni.

Selain itu, ada satu faktor penting lain yang membuatnya cocok menjadi manajer di MU. Ia bisa membuat Paul Pogba bersinar lagi. Ia pernah melakukannya di Juventus dan kemungkinan besar ia bisa melakukannya lagi di Old Trafford.